Pages

Selasa, 29 April 2014

PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI DUNIA DAN DI INDONESIA


PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI DUNIA DAN DI INDONESIA

A.      PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI DUNIA
1.        Peradaban India Kuno
Berdasarkan hasil penggalian yang dilakukan oleh RD Bannerji dan Sir Jhon Marshall tahun 1922 di kota Mohenjodaro dan Harappa ditemukan antara lain:
·         Dua buah patung yang coraknya berbeda yaitu:
o   Patung laki-laki sebatas dada
o   Patung seorang penari
·         Terdapat bekas bangunan rumah bertingkat yang sudah beberapa kali mengalami kehancuran (6 – 7 lapis)
·         Ditemukan meterai yang berfungsi sebagai hiasan keagamaan dan dianggap mempunyai kesaktian
·         Ditemukan patung Dewi Ibu/Dewi Kesuburan
·         Bangsa yang mendiami daerah tersebut adalah suku DRAVIDA yang pada tahun 1500 SM diserbu oleh suku bangsa ARYA (Indo Jerman) sehingga suku asli terdesak ke Selatan yaitu dataran tinggi 
2.        Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hoang Ho)
            Kepercayaan masyarakatnya adalah Polytheisme (Percaya pada banyak Dewa) seperti: Dewa Angin, Dewa Hujan, Dewa Langit, dewa Bumi, Dewa sungai dsb. Kehidupan masyarakatnya bercocok tanam dengan memanfaatkan aliran sungai Kuning seperti: gandum, padi, jagung, Teh dan kedelai. Karena daerahnya yang subur menjadi pusat perhatian bangsa Asia Tengah (Mongol) sehingga berlaku hukum tantangan dan jawaban. Tantangannya yaitu : Bangsa-bangsa ganas di Asia Tengah selalu memusatkan perhatiannya pada lembah Sungai Kuning yang subur. Jawabannya: Karena serangan yang terus menerus maka kaisar China membangun tembok besar (The Great Wall Of China) panjangnya: 2000 mil, Lebar: 5 meter, dan tingginya: 11 meter.
            Pada masa pemerintahan Dinasti Chou hubungan antara daerah satu sama lain belum lancer sehingga tugas pengawasan di daerah diserahkan pada para bangsawan rendahan (Vazal). Untuk membalas kebaikan mereka maka kaisar memberikan pinjaman tanah yang pada akhirnya melahirkan sistem Feodal. Selain itu terdapat ajaran filsafat Kong Hu Chu yang pada prinsipnya adalah pembinaan kehidupan yang selaras dengan alam, keluarga dan leluhur. Ajaran ini lahir karena terjadi pertentangan antara para vazal dan manusia terlena dengan urusan keduaniaan. Juga lahir ajaran Taoisme oleh Lao-Tze yang mengatakan bahwa ada kekuatan gaib yang mengatur keadilan dan ketertiban di alam semesta yang disebut TAO. Keadilan dan ketenteraman akan tercapai apabila orang akan tunduk pada ajaran TAO.

3.        Peradaban Lembah Sungai Tigris dan Eufrat
Wilayahnya sangat subur karena diapit oleh dua sungai besar yaitu Tigris dan Eufrat. Mata pencaharian penduduknya adalah pertanian (Kedelai dan jewawut), Peternakan (domba, lembu dsb) dan perdagangan (antara Laut Tengah, India, Asia Tengah, Teluk Persia dan Laut Merah ). Kepercayaan masyarakatnya Polytheisme, seperti: Dewa Air (Enki), Dewa langit (Anu), Dewa Bumi (Enlil), Dewa Api dan Dewa Kesuburan (Marduk). Khusus untuk Dewa Marduk dibuatkan patung wanita yang menggambarkan dewi kesuburan dan dibuatkan Ziggurat (bangunan dari tanah liat yang dibangun di atas gundukan tanah). Dalam bidang lain mereka mengenal:
·         Tulisan Paku pada lempengan batu tentang UU Hammurabbi yang berisi 280 pasal
·         Dalam bidang astronomi mengenal khatulistiwa dibagi menjadi 3600 mengenal bintang dan planet
·         Mengenal sistem kalender berdasarkan perhitungan bulan
·         Mengenal pembagian waktu (jam, menit, detik) dan menghitung dengan satuan 60-an (sixadesimal).
Bangsa yang mendiami daerah ini adalah Bangsa Sumeria lalu di kalahkan oleh suku Amoria dari Indo Jerman dan mendirikan kerajaan Babylonia I dengan Raja Hammurabbi. Tahun 750 SM dikalahkan oleh bangsa Assyria dengan Raja Ashurbanipal. Tahun 612 SM bangsa Assyria dikalahkan oleh bangsa Kaldea yang membangun kerajaan Babylonia II dengan Raja Nebukadnezar. Tahun 536 SM menjadi rebutan bangsa Media dan Persia yang dimenangkan oleh Persia. Persia memerintah di atas wilayah Mesopotamia yang subur dengan raja pertama R Cyrus (550 SM) dilanjutkan oleh Darius Agung (521-485 SM).
4.        Peradaban Lembah Sungai Nil
Corak kehidupan masyarakatnya agraris dengan hasil utamanya adalah gandum dan kapas. Kepercayaan masyarakatnya adalah Polytheisme seperti Dewa RA (matahari), Dewa Bulan (Amon) lalu disatukan menjadi dewa AMONRA. Untuk memuja dewa ini dibuatkan Obelisk (Tugu batu runcing berbentuk segitiga yang dihiasi dengan tulisan gambar) juga percaya pada dewa Thot (pengetahuan), dewa Anubis (kematian), Osiris (pengadilan), Issis (dewa Sungai Nil), Dewa Apis berbentuk Sapi, Dewa Ibis berbentuk burung. Mereka juga percaya pada roh-roh leluhur yang akan mengubah bentuk pemakaman menjadi pengawetan mayat (MUMMIA) yang disimpan dalam Pyramida. Dalam Pyramida terdapat patung singa berkepala manusia (Sphinx).
Dalam bidang lain , selain pengawetan mayat juga mengenal penguburan mayat dengan cara jongkok, mengenal tulisan gambar, mengenal ilmu perbintangan dan sistem kalender. Dalam bidang pemerintahan dipimpin oleh Fir’aun (Pharaos) yang dipuja sebagai Tuhan. Rakyat harus taat dalam membayar pajak dan wajib kerja untuk pengabdian terhadap Fir’aun. Namun pada akhirnya Fir’aun dianggap sebagai manusia biasa dan kepercayaan mereka monotheisme dengan dewa Matahari sebagai dewa yang tunggal.
 
B.       Peradaban Awal Masyarakat di Indonesia
Kehidupan masyarakat Indonesia berawal dari kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan. Pada masa ini masyarakat hanya mengandalkan apa yang telah tersedia di dalam hutan. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 10-15 orang. Kebudayaan yang mereka miliki seperti kapak parimbas, kapak penetak, kapak genggam, alat-alat tulang dan lain sebagainya. Masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan telah mengenal kepercayaan. Hal ini dibuktikan dengan adnya upaya penguburan orang yang telah meninggal.
Pada masa beternak dan bercocok tanam, kehidupan masyarakat semakin bertambah maju, karena mereka telah dapat mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan mereka telah memiliki tempat tinggal untuk menetap. Kelompok mereka semakin bertambah besar dan pola hidup bergoting royong menjadi inti dari kehidupan sosil masyarakatnya. Pada masa ini mereka telah mengenal sistim perekonomian, walaupun dilakukan melalui pertukaran barang dengan barang (barter).
Kepercayaan mereka semakin berkembang bahkan mereka telah mengenal kepercayaan yang bersifat animism dan dinamisme. Kebudayaannya terbuat dari batu seperti beliung persegi, kapak lonjong, mata panah dari batu, gerabah dan lain sebagainya. Mereka juga telah mengenal perhiasan yang terbuat dari batu.
Perkembangan teknologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia diawali dengan penemuan logam yang dipergunakan untuk membuat berbagai bentuk peralatan dan perhiasan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, pada masa ini tidak semua anggota masyarakat dapat membuat benda-benda dari logam, melainkan hanya beberapa orang yang memiliki keahlian dalam membuatnya. Orang yang ahli ini dikenal dengan sebutan undagi dan tempat pembuatannya disebut dengan perundagian. Oleh karena itu, pada masa ini masyarakat telah mengalami perkembangan yang cukup maju. Hasil kebudayaan yang berasal dari logam seperti nekara, kapak perunggu, bejana perunggu, araca perunggu, perhiasan dari perunggu dan lain sebaganiya.


Soal :


1.        Uaraikan asal mula munculmya kepercayaan terhadap roh nenek moyang dalam kehidupan masyarakat Indonesia!
2.        Bagaimana kegiatan perekonomian masyarakat pada masa bercocok tanam?
3.        Bagaimana pengaruh bangsa Arya terhadap perkembangan peradaban lembah Sungai Indus?
4.        Mengapa Sing Huang Ti memerintahkan untuk membangun tembok besar Cina?
5.        Mengapa patung Sphinx merupakan lambing dari seorang raja?


sumber : http://mustaqimzone.wordpress.com/2010/02/18/peradaban-awal-masyarakat-di-dunia-dan-pengaruhnya-terhadap-peradaban-indonesia/

Rabu, 01 Mei 2013


Minggu, 31 Maret 2013

Bangsa Arya


ASAL-USUL DAN KEBUDAYAAN BANGSA ARYA
        PADA MASA HINDU BUDDHA DI INDIA





MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Bahasa Indonesia Keilmuan
yang dibina oleh Ibu Mita Arfiandani


oleh
Siti Nur Indarti
120731435952






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN SEJARAH
November 2012







ASAL-USUL DAN KEBUDAYAAN BANGSA ARYA
PADA MASA HINDU BUDDHA DI INDIA

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bangsa adalah sekelmpok besar manusia yang memiliki cita-cita moral dan hukum yang terikat menjadi satu karena persamaan karateristik atau nasib dan mendiami wilayah suatu negara. Di dunia ini terdapat banyak bangsa, salah satu bangsa yang terkenal adalah bangsa Arya. Bangsa Arya adalah suatu bangsa yang mendiami India dan berpengaruh terhadap proses perseberan agama Hindu dan Buddha di India
Bangsa Arya merupakan bangsa yang berada di Asia Selatan khususnya berada di Negara India. Bangsa Arya mendiami kawasan di sebelah timur Sungai Indus yang sebelumnya menyingkirkan bangsa Dravida yaitu bangsa pendukung peradaban Harappa dan Mohenjodaro. Bangsa Arya mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam persebaran agama Hindu dan Buddha di India
Siapakah yang tidak mengetahui bahwa setiap bangsa pasti memiliki kebudayaan?. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 2002: 180). Bangsa Arya sebagai bangsa besar di India tentulah mempunyai kebudayaan yang tinggi, untuk itu penulis mengambil judul “Asal-Usul dan Kebudayaan Banga Arya pada Masa Hindu Buddha di India.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa masalah yang muncul dari topik makalah ini:
(1) bagaimana asal-usul bangsa Arya pada masa hindu buddha di india?
(2) bagaimana kebudayaan bangsa Arya pada masa hindu buddha di india?

1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Penulis membuat makalah ini dengan tujuan sebagai berikut :
(1) menjelaskan asal-usul bangsa Arya pada masa Hindu dan Buddha di India.
(2) menggambarkan kebudayaan Bangsa Arya pada masa Hindu dan Buddha di India.

2. PEMBAHASAN
2.1 Asal-Usul Bangsa Arya
Bangsa arya merupakan bangsa yang mendiami India. Bangsa ini bukanlah bangsa asli India. Coedes (2010: 204) prasasti memang menyebutkan bahwa orang Kling (Orang India dari Kali), Orang Arya (Orang India bukan Dravidian), Orang  Gola (Grauda di Benggala), Orang Singhala (Sri Lanka), Orang Karnataka (Kanara). Dari peryataan tersebut dapat diketahui Orang Arya bukanlah Orang Dravidian yakni orang asli India.
Bangsa arya merupakan bagian dari rumpun Kaukosid, mereka masuk ke India  sekitar 1500 SM dari Persia (Nobble dan Dutt, 1982:4). Bagsa Arya mendiami kawasan di sebelah timur Sungai Indus, di antara Sungai Sutlej dan Yamuna. Bangsa Arya ini diperirakan adalah seorang pengembara yang kemudian menduduki India.
Kedatangan Bangsa Arya di India harus menyingkirkan dulu suatu bangsa besar pendukung kebudayaan Harappa dan Mohejondaro yaitu Bangsa Dravidian, bangsa asli India. Secara fisik bangsa Dravidian ini memiliki hidung pesek, bibir tebal dan berkulit hitam. Menurut Reg Veda bangsa ini adalah penyembah phallus yang merupakan simbol kejantanan.

2.2 Kebudayan Bangsa Arya pada Masa Hindu dan Buddha di India.
Bangsa Arya mendiami kawasan di sebelah timur Sungai Indus, di antara Sungai Sulej dan Yamuna, dan daerah itu kemudian lebih dikenal sebagai Brahmanavatara atau Aryavatara. Yang dimaksud adalah tempat-tempat dimana kaum ataupun orang-orang Arya bertempat tinggal. Sebagai pengembara mereka mempunyai kemampuan bersyair yang tinggi, meskipun mereka tidak mengenal bahasa tulis. Syair-syair pujian itu diajarkan melalui mulut ke mulut, ketika suatu keluarga atau bangsa memperingati kepahlawanan nenek moyang mereka, terutama pada hari kematian pahlawan tersebut. Kesusasteraan mereka dibagi menjadi beberapa periode, yaitu periode Veda, Brahmana dan Uphanised. Nampaknya kesusasteraan itu merupakan transisi kebudayaan zaman prasejarah ke zaman sejarah. (Suud, 1998: 47)
Anak laki-laki sangat penting dalam kehidupan berkeluarga, apabila seorang wanita tidak dapat melahirkan anak laki-laki maka wanita tersebut akan diceraikan oleh suaminya. Jika sang suami meninggal maka isterinya harus menaiki pancaka untuk dibakar bersama jenazah suaminya. Tolak ukur kekayaan pada Bangsa Arya berdasarkan hewan ternak yang dimiliki, kuda misalnya yang hanya dimilki oleh orang kaya saja.
Bangsa Arya mempunyai kegemaran melakukan lomba perang-perangan ataupun sekedar lomba memanah sasaran tertentu. Tari-tarian merupakan kesenian penuh kegembiraan oleh Bangsa Arya yang diiringo oleh music gendang. Selain itu masyarakat Arya sangat gemar bermain judi

3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Bangsa Arya bukanlah bangsa asli India melainkan bangsa yang datang dari Persia ke India. Bangsa Arya dalam mendiami India di sebelah timur sungai Indus menyingkirkan terlebih dahulu bangsa besar pendukung kebudayaan Harappa dan Mohejondaro yaitu banga Dravida
Bangsa Arya mmiliki kemampuan bersyair yang tinggi dan mempunyai beberapa kesusasteraan yang dibagi menjadi beberapa periode yaitu periode Veda, Brahmana dan Unishpad. Anak laki-laki sangat penting dalam keluarga jika wanita tidak dapat melahirkan anak laki-laki maka ia akan diceraikan suaminya dan jika suaminya meninggal isterinya harus dibakar bersama jenazah suaminya. Tolak ukur kekayaan Bangsa Arya adalah alat ternak yang dimiliki suatu keluarga. Kegemaran bangsa Arya adalah lomba memanah dan bermain judi.

DAFTAR RUJUKAN
Coedes, G. 2010. Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha (Terjemahan Winarsih Partaningrat Arifin). Jakarta : KPG
Koentjaranigrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nobble, A.G & Dutt A.K. 1982. Cultural Patterns and Processes. Colorado: Westview Press.
Suud, A. 1998. Memahami Sejarah Bangsa-Bangsa di Asia Selatan. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.